Saturday, 31 August 2013
The Edge of Never Bab 24
Kami bermain babak yang lain, dengan dia menang secara adil, dan setelahnya aku memutuskan untuk duduk kembali ke meja kami sebelum sepatu baru ini mulai membuat lecet kaki-kakiku. Sekarang Heineken ku yang kedua dan aku hanya merasakannya di jari kaki dan di dasar perutku. Butuh satu kali lagi untuk membuatku pusing.
"Mau bermain, bung?" seorang pria bertanya pada Andrew ketika dia mau duduk
Shadow in Beauty Bab 20
KEMENANGAN
"Arti kemenangan sebenarnya adalah, saat dimana manusia bisa menekan segala egonya demi kebahagiaan dalam mencapai arti kebenaran itu sendiri." Arzeta
Kegaduhan menelanku, hidungku sudah terbiasa pada pengapnya bau jamur atau besi berkarat, gema pekikan lautan manusia disekitarku terasa lebih mengerikan daripada kegelapan didalam basement ini sendiri. Aku sekarang sedang berada di
Walking Disaster Bab 22
TIDAK COCOK UNTUK SIAPAPUN
Minggu berikutnya terasa sangat lama, aku dan America memutuskan kalau akan lebih baik jika America tinggal di asrama untuk sementara. Shepley dengan enggan menyetujuinya. Abby membolos tiga kali mata kuliah sejarah dan menemukan tempat lain untuk makan selain kafetaria. Aku mecoba untuk mencarinya setelah beberapa kelasnya, namun tidak ada,antara dia tidak masuk
Friday, 30 August 2013
Tangled Bab 8
Hari berikutnya, Kate belum datang ke kantor sampai pukul sebelas. Aku tidak perlu memberitahu kalian bahwa ini tidak biasa baginya.
Dia menghindariku. Aku tahu ini karena aku telah melakukannya sendiri lebih dari sekali. Diam-diam menyelinap ke arah lain di klub ketika aku kebetulan secara samar-samar mengenali salah satu dari kencanku terdahulu. Tapi benar-benar menjadi pihak yang menerima
Fight With Me - Prolog
MUSIM PANAS
Terdengar suara benturan ringan saat punggungku menghantam dinding, wajah Nate tenggelam di sekitar leherku, tangannya yang kekar meremas-remas pantatku, rok milikku sudah tersingkap keatas hingga melingkar dipinggangku, tubuhku sedikit diangkat sehingga aku bisa merasakan kejantanannya yang mengeras di balik celananya, yang sekarang sedang berada di antara kedua pahaku. Aku
Thursday, 29 August 2013
Sinopsis Fight With Me (With Me In Seattle #2)
Judul: Fight With Me (With Me In Seattle #2)
Pengarang: Kristen Proby
Sinopsis:
Jules Montgomery adalah seorang wanita karir yang sukses dan sangat puas dengan dirinya sendiri. Ia begitu sibuk hingga tidak memiliki waktu luang untuk memikirkan masalah pria, apalagi pria yang bernama Nate Mckenna.
Karena dibesarkan bersama empat orang saudara laki-laki, Jules sudah belajar mengenai
The Edge of Never Bab 23
Kami ke laundry terlebih dahulu. Dan sementara kami berada di sana, aku melipat semuanya setelah mengeluarkannya dari pengering, dan memasukkannya kembali ke dalam tas. Ia mencoba untuk protes, tetapi kali ini aku melakukannya sesuai caraku. Setelah kami tiba di kota dan dia membawaku berkeliling, bahkan ke pemakaman St. Louis dimana pusaranya berada di atas tanah dan aku belum pernah melihat
Shadow in Beauty Bab 19
JANJI PRIA
Selama 3 hari terakhir tamu yang datang menengokku seperti aliran air. Terus, bertambah banyak seakan tidak mau berhenti. Sampai-sampai pihak keamanan rumah sakit harus membuat kartu urutan penjenguk dulu. Kebanyakan teman-temanku, mulai dari terdekat hingga sekedar partner kuliah biasa, beberapa Dosen pengajar, hingga kelompok atlet dan sekompi anggota pemandu sorak teman-teman
Wednesday, 28 August 2013
Tangled Bab 7
Aku sudah pernah mencium ratusan cewek. Tidak—anggap saja ribuan. Aku hanya ingat beberapa dari mereka. Tapi ciuman ini? Ini adalah salah satu ciuman yang tidak akan kulupakan dalam waktu dekat.
Dia terasa...Oh Tuhan, aku belum pernah memakai narkoba, tapi aku membayangkan rasanya seperti ini saat pertama kali menghirup kokain. suntikan pertama dari heroin. Sungguh membuat ketagihan.
Bibir
Tuesday, 27 August 2013
Walking Disaster Bab 21
KEMATIAN YANG PERLAHAN
Shepley duduk di sampingku di atas bangku di dalam ruangan kecil namun memiliki penerangan yang baik. Itu adalah pertama kalinya aku tidak ingin berjalan keluar menuju basement untuk naik ke dalam ring pertarungan. Penontonnya akan terdiri dari orang-orang mengerikan yang berasal dari Vegas: orang lokal, mafia, pengedar obat-obatan terlarang, dan para wanita
The Edge of Never Bab 22
Camryn membangunkanku pagi harinya dengan menyesuaikan kepalanya di atas pangkuanku di kursi depan mobil.
"Dimana kita?" dia bertanya, sambil bangun, matahari bersinar melalui kaca mobil dan berkumpul di bagian dalam pintunya.
"Sekitar setengah jam dari New Orleans," kataku, menggapai bagian belakangku dan memijat otot kendor di punggungku.
Kami kembali ke jalan raya tadi malam setelah
Shadow in Beauty Bab 18
MATAHARI TERBIT
"I Don't wanna close my eyes, I don't wanna fall asleep. Coz I'D miss u, babe. And I don't wanna miss a thing. Coz even when i dream of you. The sweetes dream will never do. I'd still miss you, babe. And I don't wanna miss a thing." Aerosmith
Ketika kelopakku terbuka, matahari menyinarkan cahaya terangnya, menyusup dibalik celah jendela. Semua keluargaku sudah berkumpul
Monday, 26 August 2013
Tangled Bab 6
Tekanan adalah suatu hal yang aneh. Ini membuat beberapa orang mendadak berubah. Seperti mahasiswa MIT1 yang memutuskan untuk menembak separuh jumlah mahasiswa dengan senapan jarak jauh karena dia mendapat nilai B+ di ujian akhir. Ini membuat beberapa orang tersedak. Dua kata: Jorge Posada. Cukup bicara. Tekanan membuat beberapa orang jatuh. Ambruk. Membeku.
Aku bukan salah satu jenis
Saturday, 24 August 2013
The Edge of Never Bab 21
"Apa kau yakin kita tetap di jalur 55?" Aku bertanya beberapa lama setelah hari gelap dan belum melihat lampu mobil datang atau pergi di kedua arah jalan. Kelihatannya.
Semua yang aku lihat adalah ladang dan pepohonan dan kadang-kadang sapi. "Ya, babe, kita masih di jalur 55. Aku sudah memastikannya."
Baru saja setelah dia bilang begitu, kami melewati tanda jalan raya lain yang benar-benar
Shadow in Beauty Bab 17
MONSTER
"Setiap manusia memiliki sisi monster didalam dirinya. Besar kecilnya kekuatan si monster, tergantung dari kemampuan masing-masing individu untuk mengatur egonya." Arzeta
Malam sudah semakin larut ketika Thy melajukan motornya didaerah kumuh sekitar pelabuhan, kami menuju tempat pertemuan sesuai yang diminta Jesse. Pesannya juga telah kukirim ulang pada Trace. Dia tak berhenti
Friday, 23 August 2013
Tangled Bab 5
Dan dimulailah—Olimpiade investasi perbankan. Sebenarnya aku ingin mengatakan ini adalah kontes dewasa antara dua rekan profesional dan sangat cerdas. Aku ingin mengatakan ini penuh persahabatan.
Aku ingin menga...tapi aku tidak ingin. Karena aku pasti bohong.
Ingat komentar ayahku? Komentar bahwa Kate menjadi orang yang pertama datang ke kantor dan orang terakhir yang pergi? Komentar itu
Thursday, 22 August 2013
The Edge of Never Bab 20
ANDREW
Aku sudah bangun sejak pukul 8 pagi. Aku mendapat telepon dari adikku, Asher, dan pada awalnya aku takut untuk menjawabnya karena kupikir itu merupakan "kabar" mengenai ayahku. Ternyata dia menelepon untuk memberitahuku bahwa Aidan mengamuk karena gitarnya kubawa. Aku tidak peduli; memang apa yang akan dia lakukan, berkendara ke Birmingham dan merebutnya kembali? Aku tahu sebenarnya
Shadow in Beauty Bab 16
ANCAMAN
"Every heroes need a mask. To protect everyone their love." Peter Parker
Aku menatap Thy seperti orang kehabisan nyawa. Pacarku tampaknya mulai paham siapa si penelpon, dia memberiku isyarat agar aku mengeraskan suaranya diam-diam. Aku mengangguk, dan mengikuti perintahnya.
"Apa maumu?! Dan dari mana kamu tahu nomorku." bentakku kasar, berusaha keras menenangkan debaran dadaku yang
Wednesday, 21 August 2013
Tangled Bab 4
Ternyata aku tidak terkena blue balls sama sekali. Aku menemui gadis yang kukenal di coffeehouse malam itu. Dia adalah seorang instruktur yoga.
Puas.
Apa? Ayolah, jangan seperti itu. Aku menginginkan Kate, tidak di ragukan lagi. Tapi jangan berharap aku bersikap seperti biarawan sampai hal itu terjadi. Yang tidak di pahami wanita adalah bahwa seorang pria bisa menginginkan seorang wanita
Tuesday, 20 August 2013
The Edge of Never Bab 19
Dalam sekejap, aku melompat dari tempat tidur dan berjalan secepat yang aku bisa ke pintu.
"Camryn, berhenti." Aku hanya terus bergerak, bahkan lebih cepat ketika aku merasakan dia muncul di belakangku, dan aku memegang gagang pintu dan mengayun pintu terbuka kemudian aku lari ke lorong.
"Kumohon, tunggu sebentar, sial!" Katanya, mengikutiku dan aku bisa mendengar kejengkelan meningkat dalam
Shadow in Beauty Bab 15
BERITA BURUK
"Mulailah dengan mencintai dan menghargai dirimu sendiri, sebab jika bukan kamu yang memulai, maka orang lain juga tidak akan." Arzeta
Aku mengalami semuanya dalam waktu semalam. Seperti ledakan kembang api terjadi didalam kepalaku.
Senang, gembira meluap, harapan, cinta, kesedihan, keputusasaan, amarah, sekaligus kepedihan yang mendalam.
Duniaku menjadi jungkir balik setelah
Monday, 19 August 2013
Walking Disaster Bab 20
Kadang Kau Menang, Kadang Kau Kalah
Abby hampir tidak berbicara sama sekali saat kami berkemas, dan bahkan lebih sedikit saat menuju bandara. Dia memandangi angkasa hampir sepanjang waktu kecuali salah satu dari kami menanyakan sesuatu padanya. Aku tak tahu apakah dia sedang tenggelam dalam keputusasaan, atau hanya sedang fokus pada tantangan yang akan dihadapinya.
Saat check in di hotel,
Tangled Bab 3
Aku yang menentukan nasibku sendiri. Kehendak. Kendali. Aku menentukan kemana jalan hidupku. Aku memutuskan kegagalan dan kesuksesanku. Persetan dengan nasib. Takdir bisa enyah selamanya. Jika aku sangat menginginkan sesuatu, aku bisa mendapatkannya. Jika aku fokus, berkorban, tidak ada yang tidak bisa kulakukan.
Kalau kalian tanya, apa maksud dari sikapku? Kenapa aku terdengar seperti
Review The Marriage Bargain (Marriage To a Billionaire #1) by Jennifer Probst
Everygirl wants perfect man for the rest of their life. Yang lain setuju gak ama retno disini?
Ya itu juga yang diharapkan oleh Alexandria Maria McKenzie, dua puluh tujuh tahun, pemilik bookstore dan cafe, mengharapkan seorang pria dengan kriteria : fan The Mets, pecinta-buku-seni-puisi, penganut monogami, menginginkan anak-anak, tahu cara bagaimana berkomunikasi dengan wanita, pecinta hewan
Saturday, 17 August 2013
The Edge of Never Bab 18
Aku membenci diriku sendiri dengan membiarkan dia keluar dari pintu itu, tapi itu sudah terjadi. Aku tidak bisa melakukan ini. Aku tak bisa membiarkan diriku jatuh ke dalam sebuah dunia yaitu Andrew Parrish meskipun segala sesuatu di dalam hatiku dan hasratku memberitahuku untuk melakukannya. Ini bukan hanya tentang takut menjadi terluka lagi, semua orang berjalan melewati fase itu dan mungkin
Shadow in Beauty Bab 14
BADAI
"The storm its come, but i'm not scare. Because the rightness from our love can make me Dauntless…" Arzeta
Pada awalnya aku mengira apapun yang menimpa Thy saat ini kemungkinan adalah anjing besar, anak anjing, atau bahkan serigala. Sampai pekikan Trace di belakangku yang menyebut-nyebut nama kakakku menyadarkanku pada kenyataan.
Itu Lars.
Rambutnya berantakan, bajunya seusai pesta
Friday, 16 August 2013
Tangled Bab 2
Pernahkah aku mengatakan kalau aku mencintai pekerjaanku?
Jika diibaratkan perusahaanku adalah Major League baseball, aku pemain terbaiknya. Aku seorang partner di salah satu bank investasi terkemuka di New York City, yang mengkhususkan diri dalam bidang media dan teknologi. Ya, ya ayahku dan kedua sahabat dekatnya yang mulai merintis perusahaan ini. Tapi bukan berarti aku tidak bekerja
Review Tempted (Alex Kennedy #1) By Megan Hart
Hello to all PN readers
yuk kenalan dulu ama aku yang masih baru pertama kali nih ngreview buku di PN. Just call me 'ret' yeah?
Ini nih aku bawa oleh-oleh cerita dari mbak Megan Hart, si penulis yang bergelar 'bestselling author', yang sebenarnya juga gak baru release kayak buku-buku yang para angels PN biasa review sih, karena sudah release 'a couple years ago', tepatnya tahun 2008. Tapi
Thursday, 15 August 2013
The Edge of Never Bab 17
CAMRYN
Ketika aku bisa menahan untuk membuka mataku cukup lama, kupandangi hujan yang turun membasahiku. Aku tidak pernah melihat dengan cara seperti itu, langsung ke langit, dan aku terperangah bisa melihat lebih dari yang biasa kulihat, semuanya sangat indah. Bagaimana setiap tetesan yang menghujamku seperti terpisah satu di antara ribuan lainnya dan aku dapat melihat sekilas gelombang
Shadow in Beauty Bab 13
MIMPI BURUK
"I don't need you hug me, kiss me, or calming me when the nightmare comes into me. I just want you to be by my side, and be the light in the darkness of my night. Like the shimmering of Verities." Arzeta
Aku tersesat di dalam kegelapan…
Cahaya seperti menghilang…
Aku tak bisa bernafas, sesak, dan pengap…
Tenggorokanku tercekat, lidahku terasa pekat…
Aku ingin bangun dari
Wednesday, 14 August 2013
Cerita Sex sedarah : Ayah Tiri dan Anaknya
Virna adalah sosok gadis yang mempesona, masih muda usianya yang baru menginjak 18 tahun, cantik, putih mulus dan sangat ramah sifatnya. Dia merupakan gadis yang menonjol di SMU karena kecantikannya sehingga banyak teman laki-laki di sekolahnya yang naksir padanya. Ada satu laki-laki yang akhirnya bisa dekat dengannya dan kemudian menjadi pacarnya, yaitu Tommy, kakak kelasnya.Virna tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya. Ayah kandungnya meninggal 1 ½ tahun yang lalu karena kecelakaan di jalan raya. Kemudian ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang merupakan teman ayahnya yang banyak membantu mengurus kematian ayah kandungnya saat pemakaman dulu. Namanya Dedi, usianya terpaut lebih muda 4 taun dengan ibunya Virna. Dedi berusia 38 tahun sedangkan Mira, ibunya Virna berusia 42 tahun. Mira mau menikah lagi dengan Dedi karena dianggapnya Dedi begitu berjasa saat mengurus kematian suaminya dan juga merupakan teman dekat ayahnya di usaha yang dirintis ayahnya. Buat Dedi sendiri menikahi Mira merupakan suatu anugrah, karena selain merupakan istri mantan atasannya semasa masih hidup, Mira mewarisi kekayaan suaminya yang lebih dari cukup untuk hidup layak bersama anak dan suami barunya. Perusahaan yang sebelumnya dipimpin suaminya kini beralih dipegang oleh Dedi dan dapat dijalankan dengan baik oleh suami mudanya itu. Walau memasuki usia awal empat puluhan, kecantikan Mira masih terlihat, sehingga bila tidak dengan Dedi, masih banyak laki-laki lain yang bersedia dengan tangan terbuka menggantikan tempat almarhum suami janda yang cantik dan kaya tersebut.Dedi sangat menyayangi dan memperhatikan Mira, membuat Mira sangat beruntung dipersunting oleh Dedi. Laki-laki muda yang penuh perhatian itu bukan hanya membuat bangga istrinya, namun juga membuat kagum anak tirinya. Virna melihat begitu sayang dan perhatian ayah tirinya kepada ibunya, seakan-akan mereka pasangan yang baru menikah saja, padahal sudah 1 ½ tahun waktu berlalu dari saat mereka menikah. Di mata Virna, ayah tirinya merupakan laki-laki yang sangat tanggung jawab. Diam-diam dia sangat mengidolakan ayah tirinya. Di mata Dedi sendiri, Virna merupakan seorang anak gadis yang memikat hatinya dari sejak pertama bertemu. Kelembutan, kecantikan, kebaikan sifat dan kemanjaanya membuat Dedi dari hari ke hari semakin suka dan sayang pada anak tirinya tersebut. Jadilah hubungan ayah dan anak tersebut menjadi hubungan yang akrab dan erat. Tidak jarang Virna sering bermanja –manja dengan aya tirinya, terutama bila sedang merajuk karena dimarahi ibunya atau minta dibelikan sesuatu. Yang paling berbahagia melihat hubungan mereka adalah Mira sendiri. Awalnya dia khawatir akan ada penolakan atau kesenjangan hubungan antara Virna dengan ayah barunya, seperti yang selama ini dia lihat. Tidak jarang seorang anak bersikap apriori dengan ayah/ibu barunya karena selalu dibanding-bandingkan dengan ayah/ibu kandungnya. Hal itu tidak terjadi pada Virna dan Dedi. Semakin hari dia melihat hubungan keduanya semakin harmonis dan akrab. Bahkan tidak jarang Dedi selalu lebih memperhatikan kebutuhan Virna atau bila dimarahi oleh ibunya, Dedilah yang selalu membela dan membenarkan Virna, sehingga anak itu semakin manja teradap ayah tirinya. Ada terselip perasaan bahagia di hati Mira mendapati kenyataan itu. Mira begitu percaya Dedi bisa menjadi suami sekaligus ayah yang baik buat anaknya.Siang itu, di hari Sabtu, Virna memasuki rumah dengan muka cemberut dan menghentakkan kaki serta membanting tubuhnya di sofa ruang keluarga. Nampak gurat kekecewaan dan kemarahan di mukanya yang bersih dan cantik itu. Ibunya baru saja akan berangkat menuju butik miliknya yang berjarak beberapa blok dari rumahnya dengan diantar suaminya. Namun kedatangan putri kesayangannya sejenak menghentikan persiapan berangkatnya. Dedi sendiri masih menyiapkan diri untuk mengantar dan masih berpakaian di kamar.“Ada apa Virna, kok datang-datang, kamu malah cemberut begitu, pake banting-banting kaki lagi...”, kata ibunya setengah menegur.“Ada masalah ya di sekolah ?”, lanjut ibunya, melihat anak kesayangannya diam saja saat ditanya.Virna tidak menjawab, hanya linangan air mata yang nampak di pipinya. Mira paham, anaknya sedang sedih dan tidak mungkin mau menjawab semua pertanyaanya. Lagipula dia sendiri agak terburu-buru untuk segera berangkat. Tadi ada telpon dari butiknya yang mengatakan bahwa ada pembeli yang sedang menunggu kedatangannya. “Kalau kamu mau bicara sama ibu, nanti sore tunggu ibu ya sayang...”, ucap ibunya yang diakhiri dengan kecupan sayang di keningnya. Kemudian wanita itu berlalu menuju garasi mobilnya.Virna, menghela napas panjang, ia menyadari ibunya sangat menyayanginya, namun tidak mungkin ia menceritakan sebab kenapa dia datang dari sekolah dengan keadaan seperti ini. Dia sedang marah sekaligus kecewa, di depan matanya sendiri, dia melihat Tommy kekasih hatinya sedang berduaan dan bahkan bermesraan dengan seorang gadis lain. Yang membuatnya sangat sakit hati adalah gadis yang sedang lengket dengan kekasihnya adalah Tina yang merupakan sahabatnya sendiri. Rupanya mereka selama ini diam-diam menjalin hubungan di belakang punggungnya. Dan Tommy yang selama ini telah menjadi pacarnya, sangat disukai dan didukung oleh ibunya. Ibunya secara terus terang mengatakan bahwa Tommy adalah anak laki-laki yang baik dan pantas menjadi pacarnya Virna. Sebenarnya awalnya Virna tidak terlalu menyukai Tommy, karena Virna tahu, Tommy itu playboy, sering berganti-ganti cewek, namun karena begitu gigihnya laki-laki itu mengejar dan meyakinkan dirinya, bahwa ia sangat mencintai Virna, ditambah lagi dukungan yang kuat dari salah seorang tuanya, termasuk saat Tommy datang berkunjung ke rumahnya, maka secara perlahan akhirnya Virna mau menjadi pacarnya Tommy. Hanya ayah tirinya yang selama ini bersikap bijak, tidak memihak, tidak mendukung atau melarangnya dekat dengan Tommy. Karena itu Virna malas untuk menceritakan masalahnya pada mamanya setelah beliau pulang nanti, pasti akan di belanya Tommy habis-habisan. Enta Virna bingung mengapa mamanya bersikap demikian. Apakah mungkin Tommy berasal dari keluarga yang sangat kaya, dengan ayahnya Tommy merupakan sebuah presiden direktur sebuah perusahaan elektronik besar di negeri ini.“Ada apa Virna sayang ? Bolehkah ayah menjadi curahan derita sedihmu kali ini...?”, keta-kata lembut menyapa telinga Virna, yang berasal dari ayah tirinya, sesaat setelah mobil ibunya meninggalkan rumah. Dedi mendekat ke anak tirinya yang sedang duduk di sofa, merangkulnya lembut dan mengusap rambut kepalanya yang panjang hitam. Tatapan matanya yang juga lembut dan senyumnya yang hangat menyapa wajah Virna yang sedang diselaputi mendung. Virna tidak tahan dengan perhatian ayah tirinya yang luar biasa siang itu, di saat dia sedang sedih dan bahkan di saat ibunya lebih sibuk dengan urusan butiknya, ternyata ayahnya menawarkan kehangatan perhatian padanya. “Ayah....”, cetus Virna sambil menghambur dalam pelukan Dedi yang hangat. “Tenang sayangku...ada apa ‘nduk....kok sampai menangis ?...apa ada yang menjahati kamu ?” berondong Dedi pada Virna, seraya memeluknya erat dalam dekapannya. Virna menangis kuat di dada ayahnya. Dedi membiarkan anak tirinya menumpahkan kesediahannya beberapa saat untuk melepaskan ganjalan di dadanya. Setelah tenang, dengan ditepuk-tepuk lembut di punggunggnya, Virna akhirnya menceritakan bagaimana dirinya memergoki Tommy sedang berjalan dengan mesra dan berkencan dengan Tina, teman dekatnya selama ini. Dengan mata kepalanya sendiri, dia melihat kenyataan yang sangat tidak diduga dan menyakitkan itu. Hancur sudah hati Virna. Sakit sekali didadanya atas penghianatan kekasih h atinya. Kembali Virna sesenggukkan meluapkan emosi hatinya. Dedi kembali merangkulnya dengan hangat. Dibisikinya dengan lembut ditelinga kirinya kata-kata yang membujuk, “ Sudah...jangan terlalu sedih Virna sayangku...biarkan saja Tommy itu berlalu...dia sungguh tidak pantas untuk kamu...lupakanlah dia...untuk apa kau banyak menangis untuk manusia seperti itu...bangkitlah...tersenyumlah...paling tidak untuk ayahmu...”. Dedi mengangkat dagu Virna ke atas, di usapnya air mata yang masih menggenang di kedua kelopak mata anak tirinya itu, kemudian dikecupnya kelopak mata yang terkatup tersebut. Sunggu sentuan yang sangat melenakan dirasakan oleh Virna. Di saat seperti ini, ia merasa sangat dekat sekali dirinya dengan ayah tirinya. Seakan hanya ayah tirinya yang paling tahu apa yang menjadi kebutuhannya, apa yang menjadi jeritan hatinya. Virna merebahkan kepalanya pada bahu Dedi, dan ia mendekap aya tirinya dengan erat, seakan tidak mau lepas. Dedi melanjutkan kecupannya pada kening halus dan lembut milik Virna. Dikecupnya dengan lembut dan lama. Virna memejamkan mata, merasakan dan meresapkan kelembutan kecupan Dedi. Hatinya berdesir, dan lebih berdesir lagi manakala bibir Dedi yang hangat menyentuh ujung hidungnya yang bangir. Dan tubuhnya gemetar saat bibir ayah tirinya sampai di bibirnya dan mengecup dengan lembut. “Ah....ayah....”, Virna merintih, serta membiarkan bibir indahnya dipagut dengan erat oleh bibir ayah tirinya. Sejenak bibir Virna berusaha melepaskan diri pari pagutan ayah tirinya. “Ayah....ini sebenarnya tidak.....”, protes Virna, terputus oleh ucapan Dedi berikutnya, “Sssttttt....sssttt....sudah Virna, jangan kamu pikirkan...biar ayah yang menyembuhkan luka dihati kamu ya nak....ayah sayang sekaliiii sama kamu....”, kembali bibir Dedi melumat dengan hangat bibir indah Virna. Kali ini Virna tidak berusaha melepaskan diri bibirnya lagi, gemetar badannya bertambah kuat, apalagi tidak lama kemudian lidah Dedi berusaha masuk ke dalam mulut Virna. Lidah itu meluncur masuk dan membelit lidah Virna. Begitu pandainya lidah Dedi bermain di dalam mulut Virna, sehingga perlahan-lahan lidah Virna terpancing masuk ke dalam mulut Dedi, dan Dedi menghisapnya. Kembali badan Virna gemetar nikmat. Mulut mereka akhirnya lepas. Terengah-engah napas Virna dibuatnya. Sejenak Dedi menatap matanya, namun Virna menundukkan kepala karena malu, nampak ronsa merah di wajahnya yang membuat wajahnya yang sudah cantik bertambah cantik di mata Dedi. Tidak tahan Dedi dibuatnya, didekapnya tambah erat tubuh sintal milik anak tirinya itu, kemudian dikecupnya leher Virna yang jenjang dan mulus. Lidahnya bermain di permukaan kulit leher yang putih dan berbulu halus, menyapu semua permukaan leher hingga ke balik telinga kirinya, dan bahkan lidah itu menelusup masuk ke liang telinga kirinya. “Oh...ayah....geli ayah....”, menggelinjang Virna merasakan sapuan lidah ayah tirinya yang memabukkan itu. Namun ayahnya tidak peduli, lidahnya kembali menyapu leher Virna yang sebelah kanan, melakukan hal yang sama terhadap leher kirinya, seraya secara perlahan tangannya membuka kancing seragam sekolah Virna yang masi dikenakannya. Sedikit demi sedikit tanpa disadari oleh Virna yang masih terbius oleh nikmatnya jelujuran lidah ayah tirinya yang menyentuh saraf-saraf peka di leher dan liang telinganya. Akhirnya 3 kancing atas seragam sekolahnya terbuka juga. Selanjutnya lidah Dedi kembali merayap di leher menuju ke dada dengan gerakan lembut dan terkendali. Virna kembali merinti, matanya terpejam, menikmati dan meresapkan kenikmatan yang diberikan oleh sapuan lidah Dedi. Sudah hilang dan tertutup nalarnya akibat cumbuan yang bertubi-tubi itu. Virna sudah tidak ingat bahwa yang menggelutinya adalah ayah tirinya sendiri. Lidah Dedi bergerak kembali menyelusuri dadah puti dan halus milik Virna. Demikian lembut gerakan lidah itu, sehingga Virna merasa dadanya seakan dirambati ribuan semut, geli-geli nikmat. Sementara itu tangan Dedi yang lincah, menerobos masuk ke baju seragam sekolah Virna, menuju bagian punggung anak tirinya, melepas kaitan BH cream miliknya. Tangan Virna sempat menahan tangan Dedi sewaktu akan membuka kaitan BH tersebut, seraya berkata “ Jangan ayah...ohhh Virna tidak akan tahan......”. Tapi dengan tenang dan lembut Dedi tersenyum seraya mengecup kembali bibir Virna yang merah dan sangat menggiurkan, tanpa membatalkan upayanya untuk tetap melepas kaitan BH creamnya. Akhirnya terlepaslah BH cream tersebut, dan membebaskan sepasang payudara yang sangat indah milik anak tirinya yang sangat cantik. Sejenak Dedi termangu memandang payudara yang sudah sangat lama diinginkannya secara diam-diam. Dan sekarang nampak menggantung indah di depan matanya. Virna nampaknya sudah pasra, dan akan merasa malu bila ayah tirinya memandang payudara yangs angat indah itu. Karena itu Dedi tidak lama-lama memandangnya, dilumatnya payudara yang berwarna putih susu itu dengan punggungnya yang berwarna kehijauan yang menggambarkan urat-urat darah yang menuju ke puncak gunung berupa puting payudara yang berwarma merah jambu. Payudara yang berdiri tegak menjulang ke langit dan masih sangat kenyal. Nampak sekali bahwa payudara ini masih sangat jarang disentuh tangan lelaki, sehingga kekenyalannya masih sangat terasa. Hal itulah yang dirasakan oleh Dedi saat menyentuh puting payudara yang sangat menggemaskan itu. “Oh ayaaaaaahhhh.........”, Virna meronta seraya meletupkan jeritan nikmatnya, kepalanya dilontarkan ke atas, mendongakkan kepala seraya mengekspresikan kenikmatan luarbiasa yang dirasakan di ujung payudaranya, seraya mendekap erat kepala ayah tirinya, serta menjambak rambutnya. Lida dan mulut Dedi terus saja melumat dan menghisap dengan kuat payudara Virna bergantian, kanan dan kiri. Dengan rakus Dedi memasukkan payudara itu ke dalam mulutnya, seraya menghisapnya kuat-kuat, dan lidahnya yang berulang-ulang mneggentel putingnya yang mesra. Gelombang nikmat mendera-dera Virna, membuat dia merintih kuat, dengan mata masih tetap terpejam. Berulang-ulang dedi melakukan hal ini. “Bagaimana Virna sayang...nikmat bukan ?” tanya ayah tirinya. “Oh ayah...apa yang ayah lakukan ?...ayah membuat Virna lemas....”, jawab Virna dengan tatapan sayu.Sementara itu tangan Dedi seperti bermata, bergerak secara perlahan dari dada Virna menuju ke perut kemudian ke bawah ke arah paha kemudian menyelinap di balik rok anak tirinya yang pendek. Tangan Dedi merasakan kelembutan kulit paha anak tirinya yang sangat halus dan berbulu halus. Ujung-ujung jarinya menari lembut di permukaan kulit paha itu yang bergerak menuju paha bagian dalam. Virna bergelinjang merasakan sentuhan ujung jari ayah tirinya di pahanya, namun ia tak kuasa menolaknya. Terpaan birahi yang bergelombang datangnya sangat tidak bisa dihindarkan oleh Virna yang masih belum tau apa-apa tentang birahi seksual itu, sehingga badannya lemas tak berdaya. Jari jemari itu bergerak semakin naik, sehingga akhirnya sampai pada permukaan celana dalam Virna yang sudah lembab. Jari itu bermain lembut di permukaan bawah dari celana dalam itu, menyentuh kelembaban yang menggetarkan. Dedi bisa merasakan air birahi anak tirinya sudah mengucur deras dari lubang kemaluannya, ia tersenyum, menyadari bahwa nafsu birahi anak tirinya sudah terbangkitkan. “Ayah.....apa yang akan ayah lakukan ?” desah Virna sambil menatap ayahnya, saat bagian pribadinya disentuh oleh ayah tirinya. Dedi kembali tersenyum, seraya berkata “ Virna, tahukah kamu bahwa aya sangat menyayangimu ?....”, kata-kata Dedi leuncur dengan lembut seraya kemudian diikuti dengan lumatan lembut dan hisapan kuat kembali dari mulut Dedi ke payudara Virna yang samngat mempesona itu. Dihisapnya kedua ujung payudara indah itu bergantian kanan dan kiri sekaligus dipermainkannya putingnya dengan memberikan gigitan-gigitan kecil pada puting yang berwarna mera jambu itu. Virna kembali merintih kuat “ Oh ayah....nikamat sekali....oh...Virna tidak kuat ayah.....”, kedua tangannya kembali menjambak rambut ayahnya, seraya kedua kepalanya digelengkan ke kanan dan ke kiri untuk mengekspresikan kenikmatan yang melanda kedua payudara yang selama ini sangat dijaganya, bahkan terhadap Tommy pacarnya. Payudara yang sangat montok itu tenggelam dalam lumatan mulut Dedi yang sangat rakus. Hampir tidak tahan rasanya Virna menerima gelombang kenikmatan yang terus menerus dipompakan ayah tirinya.Di saat Virna sedang meregang nikmat merasakan lumatan di dadanya, sehingga separuh kesadarannya hilang, jari –jari dedi menerobos dari pinggir celana dalam Virna, masuk ke daerah yang diselimuti oleh bulu-bulu halus yang menutupi lubang kemaluannya. Jari itu terus menerobos masuk menuju gua lembab yang terasa hangat. Dedi merasakan ujung-ujung jarinya merasakan cairan di depan lubang vagina Virna. Jarinya mengusap lembut bibir vagina yang ditumbuhi bulu-bulu halus tersebut, hingga akhirnya bertemu dengan sebuah benda menonjol du ujung atas vagina anak tirinya. Akhirnya jari-jari itu berhenti ditonjolan lembut itu, disentuhnya kemudian dimainkannya dengan gemas. Virna berteriak hebat, “Oh Ayah...oh....aku....aku.....” Virna tidak meneruskan kalimatnya, karena kemudian secar tiba-tiba ayah tiorinya menarik celana dalamnya dengan gerakan yang tak terduga, demikian cepat sehingga akhirnya celana itu sampai di ujung jari kakinya. Tak kuasa Virna melarangnya, begitu lemasnya seluruh badannya saat itu. Ia pun tak kuasa saat Dedi merenggangkan kedua pahanya dan menempatkan dirinya di antara ke dua paha indahnya. Sesaat Dedi tercenung mengamati vagina Virna yang terbuka lebar, berwarna merah muda, dengan di pinggirnya diselimuti bulu-bulu halus yang tidak terlalu lebat, tumbuh teratur disekeliling bibirnya, tampak cairan birahi mengalir dari lubang gua yang mereka indah itu. Inilah pemandangan yang paling sangat menggiurkan yang pernah ia saksikan sepanjang hidupnya. Belumpernah ia mendapati keindahan vagina sperti ini. Walaupun ia sudah berulang kali berhubungan dengan intim dengan beberapa wanita, termasuk dengan sekretaris-sekretaris cantik di kantornya, tapi tidak ada yang memiliki vagina seindah ini, tidak juga Mira istrinya. Namun Dedi menyadari, ia tidak bisa berlama-lama mengagumi vagina indah ini, ia tahu Virna akan sangat malu bila vaginanya terlalu lama dipandang, sehingga bisa-bisa ia akan menutup paanya kuat-kuat dan tidak mau disentuh lagi. Dedi segera memajukan mukanya, tercium bau vagina yang khas dan sangat menggetarkan batin Dedi. Inilah bau vagina perawan. Mulutnya menyentuh permukaan bibir vagina anak tirinya, membuat Virna bergetar hebat. Lidahnya menyapu lubang vaginanya, merasakan cairan vaginanya yang terasa nikmat di lidahnya, kemudian lidah itu menyusuri vagina sehingga ke sudut atas dan bertemu dengan tonjolan merah sebesar kacang tanah. Digerak-gerakkan lidah itu mempermainkan klitoris yang sudah mekar tersebut, dijungkit-jungkitkannya ke atas, ke kanan dan ke kiri. Virna melotot dan melengkungkan punggungnya menahan kenikmatan yang melanda vaginanya, sera berdesah “ Oh....geli sekali ayah...oh...Virna tidak tahan....oh ayah....jangan siksa virna ayah...ohhh.....”. Dedi tidak peduli terus mempermainkan lidah dan mulutnya di vagina anak tirinya, sementara kedua tangannya masih meremas dan mempermainkan kedua payudata indah itu seraya menggentel-gentel putingnya. Tiba-tiba, dedi menjepitkan ke dua bibirnya pada klitoris Virna, giginya digigitkan secara lembut dan perlahan dan diakhirinya dengan isapan yang sangat kuat pada klitoris Virna. Akibatnya sangat hebat, Virna menjerit kuat, sangat kuat sehingga membahana di seluruh rumah, tidak peduli terdengar orang lain atau tidak, mengekspresikan gelombang kenikmatan yang datang melanda vagina dan seluruh tubuhnya, tubuhnya menggelinjang kuat, kepala di dongakkan ke atas dengan kedua bola mata setengah terpejam dan hanya nampak bagian putihnya saja, disertai dengan jeritan “ Oh ayahhhhhhhh....Virna keluarrrrr........oh ayahhhhh......nikmaaaaaaat bangetttt....oh....crot......crot......crot....... crot......”, mengalir deras cairan dari lubang vagina Virna, dijilat dan ditelan habis oleh mulut Dedi. Mulut Dedi sangat rakus menjilati dan menghisap cairan yang keluar dari lubang kemaluan anak tirinya, tanpa rasa jijik sama sekali. Bersih dan tuntas cairan itu dijilati, bahkan samapi getaran tubuh Virna berhentipun mulutnya masih menjilati seluruh permukaan vagina anak tirinya itu. Lemas tubuh Virna dibuatnya, terasa terbang rasanya di awang-awang, seakan-akan tubunhnya mengapung tinggi di awan. Belum pernah ia merasakan kenikmatan yang asing seperti ini. Oh sungguh nikmat sekali rasanya. “Bagaimana sayang, nikmat gak rasanya ?” Dedi berkata lembut seraya tersenyum pada anak tiri yang sangat disayanginya itu, sambil memeluknya hangat dan membelai lembut rambutnya. “Oh ayah.....Virna ....Virna.....apa yang ayah lakukan pada Virna....”tak kuasa Virna menjawab langsung pertanyaan ayahnya, memerah muka Virna mendapat tatapan ayahnya yang menggoda.“Bagaimana, apa hatimu masih sakit setelah ayah hibur tadi ?” lagi-lagia ayahnya menggoda. “Ayah.....ayah.... keterlaluan menggoda Virna”, memukul lembut Virna ke dada ayahnya dengan gemas, sambil mulutnya merengut. Dedi tidak tahan, direngkuhnya tubuh sintal anak tirinya dikecupnya lembut bibirnya dan dipeluknya erat. “Kapan-kapan boleh ayah lakukan lagi yang lebih enak sayangku ?” tanya ayahnya pada Virna. Virna pun mengangguk seraya berkata “Mau....ayah....Virna mau lagiiiii.....”, Virnapun mendekap erat ayahnya di sofa itu. Mereka kemudian tertidur di sofa itu. Sebelum tidur Dedi berpikir, langkah pertama sudah tercapai, tinggal langkah-langkah berikutnya, sehingga suatu saat anak tirinya ini akan mau menjadi budak seksnya.
Under the Mistletoe with Me - Epilog
Aku meremas tangan mungil, halus milik Stacy dan mengecup jarinya sebelum meninggalkannya bersama Sophie kemudian bergabung bersama Caleb di samping pohon Natal. Aku menyenggol bahu saudaraku dan menawarinya bir lalu mengikuti arah pandangannya yang mengarah pada pohon hijau dan rimbun yang berdiri di ruang keluarga Luke dan Nat.
"Bung, siapakah yang menghias pohon ini?" Caleb bertanya kepada
Tuesday, 13 August 2013
The Edge of Never Bab 16
ANDREW
Bicara tentang frustasi seksual di pagi hari. Baiklah, aku harus sedikit rileks dengannya atau dia akan mulai berpikir bahwa itulah tujuanku sebenarnya saat bersama dirinya. Dulu, dengan sembarang gadis lain, aku sudah turun dari tempat tidur untuk melempar kondom ke toilet, tapi dengan Camryn, itu berbeda. Ini sulit (meskipun berharap), tapi aku harus mencoba berhenti menggodanya
Shadow in Beauty Bab 12
MENDOBRAK BATAS
"Aku hanya akan bercinta dengan seseorang yang benar-benar tahu apa makna kebenaran didalam cinta sesungguhnya. Bukan dengan mereka yang impulsif, atau menghalalkan segala cara demi nafsu semata. Sebab orang yang paling hebat adalah manusia yang dapat mengatur pikiran mereka." Arzeta
Thy tampak terkejut pada ketegasan didalam suaraku, dan itu sebuah pernyataan bukan
Tangled Bab 1
Apakah kalian melihat orang yang belum mandi dan bercukur di atas sofa? Cowok yang memakai kaus abu-abu dekil dan celana robek?
Itulah aku, Drew Evans.
Aku biasanya tidak seperti ini. Maksudku, itu benar-benar bukanlah diriku.
Dalam keseharian, aku berpakaian rapi, daguku dicukur bersih, dan rambut hitamku disisir ke belakang dengan cara yang menurut orang membuatku terlihat berbahaya tapi
Monday, 12 August 2013
Tukang Kebun
Tok Penghulu begitu kasehan pada Pak Mat yang tidak mempunyai pekerjaan yang tetap itu. Kerja mengangkut barang-barang dengan taukeh Wong itu bukannya sentiasa ada. Kadang-kadang satu atau dua hari saja dalam satu minggu. Kerana itulah hidup Pak Mat agak susah. Nasib baiklah Pak Mat hidup sebatang kara, dah tak ada tanggungan dan tinggal dipondok usang ditanah rizeb kerajaan. Pak Mat sebenarnya bukan tak ada anak, tapi anak-anaknya tidak mengambil berat akan dirinya, dan tinggal berjauhan pula dengan kampong itu. Isterinya Pak Mat dah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Kerana kasehan pada Pak Mat Tok Penghulu telah berjumpa dengan guru besar sekolah kebangsaan kampong itu supaya mengambil Pak Mat bekerja sebagai tukang kebun bagi menggantikan tukang kebun lama yang telah pencen. Oleh kerana Tok Penghulu sendiri adalah Pengerusi PIBG sekolah tersebut, maka guru besar tidak berkeberatan untuk menilongnya dan seterusnya berbincang dengan pihak Jabatan Pendidikan. Dan Pak Mat akhirnya diambil bekerja sebagai tukang kebun sementara memandangkan dia dah lebih umur.
Pak Mat sebenarnya masih kuat dan biasa dengan kerja-kerja yang berat seperti kerja-kerja kampong. Walaupun usianya dah 50 tahun, tapi dia masih gagah. Kalau tak mana dia larat nak mengangkat barang-barang kepunyaan taukeh Wong dulu tu. Oleh itu membuat kerja-kerja sebagai tukang kebun taklah menjadi masaalah baginya. Dan sejak Pak Mat menjadi tukang kebun sekolah tersebut nampak berseri dengan pokok-pokok bunga dan hiasan.
Bukan saja menanam pokok-pokok bunga dan memesin rumput, tapi Pak Mat juga menjaga lain-lain kebersihan disekolah tersebut. Pagi-pagi dia terlebih dulu menyapu dan mengutip sampah, kemudian barulah dia membuat kerja-kerja kebun seperti menggembur tanah dan menyiram pokok-pokok bunga. Pak Mat juga akan membersihkan bilik air dan tandas sekolah yang selalu digunakan oleh murid-murid. Bilik air dan Tandas sekolah rendah – tahu sajalah tahap kebersihannya, maklumlah digunakan oleh murid-murid darjah satu hingga darjah enam yang tahu guna saja. Tapi semenjak Pak Mat bekerja semuanya beres dan semuanya bersih. Tidak hairanlah guru besar selalu memujinya dan kadang-kadang memberinya saguhati diatas kerajinan Pak Mat itu.
Hari itu seperti biasa selepas menyiram pokok-pokok bunga didalam pasu yang ada dikaki lima sekolah, Pak Mat beredar pula untuk membersihkan bilik air. Dah dua hari dia tak membersihkannya. Setelah selesai membersihkan bilik air murid lelaki, Pak Mat beralih pula kebilik air murid perempuan. Dengan menggunakan sabun dia memberus seluruh lantai bilik air tersebut.
" Pak Mattt.., nak kencing kejap " terdengar suara murid perempuan yang agak tergopoh-gapah menyelak kain sekolahnya dan menarik-narik seluar dalamnya kebawah.
" Masukkk.. lah.. " kata Pak Mat sambil berhenti memberus lantai dan memberi laluan kepada murid tersebut untuk masuk kedalam tandas.
Dalam keadaan tergopoh gapah, murid perempuan tersebut terus masuk kedalam tandas, melondehkan seluar dalamnya dan terus duduk mencangkung memancutkan air kencingnya. Rupa-rupanya murid perempuan tersebut dah tak dapat menahan hinggakan dia terus kencing dengan tidak menutup pintu tandas dan tanpa menghiraukan Pak Mat yang masih lagi tercegat didepan pintu.
Pak Mat yang memandang murid perempuan tersebut dalam keadaan mencangkung begitu, mula menjadi lain macam. Kemaluam murid perempuan yang ternganga didepan matanya itu membuatkan dia mula datang nafsu berahinya. Dengan jelas Pak Mat nampak kemaluan murid tersebut yang putih licin dengan bibir dan celahnya yang agak kemerah-merahan. Kelentitnya juga jelas terserlah, maklumlah murid perempuan tersebut duduk dalam keadaan mencangkung.
Pak Mat terus memerhatikan kemaluan murid perempuan tersebut sambil menelan air liurnya beberapa kali. Dia yang sudah lama tidak melepaskan nafsunya, begitu cepat datang ghairah. Batang pelirnya yang biasanya terlintuk saja didalam seluarnya mula menegah dan meronta-ronta seolah-olah ingin keluar. Murid perempuan tersebut yang masih tidak tahu apa-apa itu hanya relax saja dan seterusnya mengambil air dan membasuh kencingnya. Kemudian murid tersebut memakai semula seluar dalamnya dan keluar dari tandas.
" Dah sssiiiaappp.. ? " tanya Pak Mat pada murid tersebut. Parasaan ghairahnya masih lagi bergegar-gegar.
" Dahhh.. " jawab murid perempuan tersebut sambil terus keluar dari bilik air dan mungkin menuju kekelasnya semula.
Selepas peristiwa tersebut, Pak Mat sudah semakin bernafsu terhadap murid-murid perempuan. Gambaran kemaluan murid perempuan yang putih licin belum ditumbuhi bulu itu sentiasa saja tergambar dalam fikirannya. Apabila saja Pak Mat memandang pada murid-murid perempuan, dia mula menggambarkan kemaluan mereka yang menghairahkan, sedikit ternganga bila duduk mencangkung. Dan akhirnya Pak Mat meraba-raba batang pelirnya sendiri yang semestinya menegang bila membayangkan kemaluan murid perempuan itu. Kerana itulah Pak Mat sekarang telah semakin kerap membasuh bilik air murid perempuan. Kalau dulu Pak Mat dapat melihat kemaluan murid perempuan secara kebetulan, tapi sekarang Pak Mat telah mengambil peluang untuk mengintainya pula. Kerana itulah boleh dikatakan telah ramai murid-murid perempuan yang ada disekolah tersebut telah dapat dilihat kemaluannya oleh Pak Mat.
Malam itu sebelum tidor, Pak Mat berbaring dipondok usangnya. Pak Mat cuba menggambarkan semula kemaluan murid-murid perempuan yang telah dilihatnya. Bermacam-macam bentuk kemaluan mereka yang tergambar didalam kepala Pak Mat. Ada yang berbentuk kecil dan tirus, ada yang bentuknya yang lebar dan timbul dan ada juga sesetengah murid perempuan tu yang mempunyai kemaluan yang letaknya agak kebawah hingga betul-betul dibahagian kangkang mereka. Tapi bentuk kemaluan yang paling menghairahkan bagi Pak Mat ialah kemaluan yang lebar dan mengelembong serta mempunyai kelentit yang timbul.
Sambil berkhayal membayangkan kemaluan murid-murid perempuan itu, Pak Mat teringat akan sebuah buku lucah yang disimpannya sejak beberapa lama didalam almari. Buku lucah tersebut sebenarnya bukanlah dibeli oleh Pak Mat. Buku itu dijumpai oleh arwah isterinya semasa mengemas barang-barang kepunyaan anaknya dipondok tersebut. Mungkin buku lucah itu adalah kepunyaan anaknya semasa remaja dulu. Dan buku tersebut disimpan dengan baik oleh arwah isterinya didalam almari kerana bimbang dijumpai oleh budak-budak kecil.
Pak Mat kemudiannya bangkit dan mengambil buku tersebut. Gambar-gambar pasangan yang sedang melakukan hubungan sex dengan berbagai gaya itu diperhatikannya dengan khusyuk. Pak Mat terasa seolah-olah dia yang sedang melakukan hubungan sex tersebut, tetapi bukanlah dengan perempuan seperti gambar tersebut, sebaliknya dengan murid perempuan yang kemaluannya licin bersih belum ditumbuhi bulu-bulu. Sambil berkhayal, tangan Pak Mat meraba-raba pada batang pelirya yang tegak berdiri. Diusapnya batang pelir tersebut keatas kebawah dengan tangannya seolah-olah batang pelir tersebut sedang menujah keluar masuk didalam kemaluan seorang murid perempuan. Pak Mat terus menggerak-gerakkan tangannya semakin laju keatas-kebawah pada batang pelirnya. Dia terus membayangkan betapa ketatnya kemaluan murid perempuan tersebut. Dan akhirnya Pak Mat terkial-kial serta memancutkan air maninya yang begitu pekat dan banyak. Pak Mat merasa satu kepuasan seksual yang telah lama tidak dirasainya.
Hari itu Pak Mat mencuci bilik air lagi. Tapi kali ini bilik air murid perempuan yang terletak duhujung bangunan ditingkat atas sekolah. Seperti biasa Pak Mat sengaja membasuh dengan perlahan-lahan dengan harapan akan ada murid perempuan yang datang kebilik air tersebut. Dan mungkin rezeki Pak Mat hari itu menjadi kerana tidak lama kemudian datang seorang murid perempuan dan terus masuk kebilik air tersebut. Kalau tak silap Pak Mat murid perempuan itu dalam darjah lima. Dan untuk tidak mendatangkan syak, Pak Mat terus memberus lantai sambil matanya menjeling kearah tandas yang dimasuki oleh murid perempuan tersebut. Oleh kerana pintu tandas tersebut telah patah kuncinya, pintu tersebut tak dapat ditutup dengan rapat. Mungkin murid perempuan tersebut dah tak tahan untuk kencing, jadi dia terus saja melondehkan seluar dalamnya dan mencangkung sambil memancutkan air kencingnya. Mungkin juga murid perempuan tersebut menganggap Pak Mat tidak melihat kearahnya kerana sedang membasuh lantai.
Pak Mat yang tak lepas dari menjeling kearah pintu tandas yang sedikit terbuka itu, dapat melihat murid perempuan tersebut mencangkung sambil memancutkan air kencingnya. Pak Mat mula semakin merapati kearah tandas kerana dilihatnya murid perempuan tersebut mempunyai kemaluan yang sangat-sangat mengghairahkannya. Kemaluan murid perempuan tersebut putih melepak, licin bersih dan agak mengelembung. Kelentitnya yang kemerah-merahan itu timbul terbentang dicelah kemaluannya.
Pak Mat mula tidak tertahan. Nafsunya begitu melonjak. Fikirannya juga sudah tidak dapat dikawal lagi oleh otaknya sebaliknya dikawal oleh nafsunya. Perasaan ingin menyentuh kemaluan yang menghairahkan itu begitu kuat mempengaruhi fikirannya. Pak Mat terus memerhatikannya dengan penuh ghairah hinggalah murid perempuan tersebut mengambil air dan membasuh kemaluannya. Dan tidak semena-mena datang idea dikepala Pak Mat yang dipengaruhi oleh nafsunya itu.
" Kenapa anak basuh kencing macam tuuu.. Kalau basuh macam tu, tak bersihhh.. " kata Pak Mat membahasakan murid perempuan itu " anak ". Enentah bila Pak Mat telah berada betul-betul didepan pintu tandas. Murid perempuan tersebut agak terkejut bila Pak Mat telah berada dihadapannya. Mungkin kerana panik menyebabkan murid tersebut masih lagi mencangkung didepan Pak Mat.
" Ibu anak tak ajar keee.. macamana nak basuh kencing ? " tanya Pak Mat lagi.
Murid perempuan tersebut tidak menjawab, hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja. Rasa panik dan terkejut masih lagi menyelubunginya.
" Marrriii…, biar Pak Mat tunjukkan " kata Pak Mat kemudiannya lalu terus saja mengambil air dengan menggunakan pencedok yang ada disitu.
Murid perempuan tersebut tak sempat berkata apa-apa kerana Pak Mat terus saja menyiram air pada kemaluannya serta tangan Pak Mat yang agak kasar itu mula menyentuh kemaluannya dan terus mengosok-gosok dengan perlahan. Pada mulanya murid perempuan tersebut ingin menegah, tapi bila teringat bahawa Pak Mat ingin mengajarnya, dia tak jadi menegahnya.
Pak Mat yang telah lama teringin untuk menyentuh kemaluan yang murid yang licin dan belum ditumbuhi bulu itu, mula mengusap-usapnya dengan perlahan. Dia yang telah banyak berpengalaman itu tahu ditempat mana yang patut diusap dan dimana patut dicuit. Dalam keadaan murid perempuan tersebut mencangkung begitu, tidaklah susah bagi Pak Mat untuk menyentuh tempat-tempat yang digemari dan diidamkannya selama ini.
Murid perempuan tersebut mula terasa geli bila kemaluannya diusap-usap begitu oleh Pak Mat. Dari rasa geli kemudiannya bertukar menjadi nikmat pula bila jari-jari Pak Mat mula menyentuh kelentitnya. Rasa nikmat yang telah dirasai oleh budak perempuan tersebut membuatkan dia membiarkan saja jari-jari Pak Mat terus bergerak dengan bebasnya. Kenikmatan yang tidak pernah dirasainya itu juga telah membuatkan murid perempuan tersebut semakin khayal.
" Celah-celah ni.. pun, anak kena cuci jugaaa.. " kata Pak Mat untuk menyakinkan murid perempuan tersebut bahawa dia betul-betul mengajarnya bagaimana membasuh kencing dengan betul.
Jari Pak Mat kemudiannya bergerak pula kecelah kemaluan murid perempuan tersebut. Pak Mat dapat merasa yang jarinya telah melekit dan sedikit berlendir akibat cecair dari kemaluan murid tersebut. Pak Mat tahu murid perempuan tersebut telah khayal dalam kenikmatan. Dengan itu jari Pak Mat mula bergerak semakin kedalam pada celah kemaluan murid perempuan tersebut. Jarinya yang telah licin kerana lendir dari kemaluan murid tersebut menyebabkan semakin senang jarinya menyelinap masuk. Pak Mat dapat merasa yang kemaluan murid perempuan tersebut masih begitu sempit.
Dalam keadaan Pak Mat semakin syok dan gharah memainkan kemaluan murid perempuan tersebut, tiba-tiba Pak Mat terdengar bunyi tapak kaki sedang menuju kebilik air tersebut. Lalu Pak Mat cepat-cepat mengangkat tangannya dari celah kangkang murid perempuan itu. Dada Pak Mat berdebar-debar kerana bimbang kalau-kalau ada murid lain yang masuk kebilik air itu dan melihat apa yang sedang dilakukannya.
Sinopsis Tangled (Tangled #1)
Judul: Tangled
Pengarang: Emma Chase
Sinopsis:
"Drew Evans adalah bankir investasi jagoan. Pria tampan dan angkuh yang menjadi anak emas di perusahaan ayahnya dan juga salah satu playboy paling terkenal di kota New York. Ia punya teman setia dan keluarga yang memanjakan. Jadi kenapa Drew menutup diri di apartemennya selama tujuh hari, sangat tertekan dan depresi?
Drew akan memberitahu
Under Mistletoe with Me Bab 9
Aku memandang si Delicious untuk beberapa detik, mulutku menganga, mataku melotot, lalu tawa Brynna menembus kabut yang melingkupi otakku.
"Maafkan saya, apa yang tadi Anda katakan?"
"Anda sedang hamil."
Dan hanya seperti itu, saat cekikikannya telah mulai mereda, Brynna melepaskannya lagi.
"Apakah dia habis minum?" Sang dokter bertanya.
"Tidak. Ini hanya tidak masuk akal. Anda sebaiknya
Walking Disaster Bab 19
Ayah Kembali
Hari Jumat. Waktunya Pesta Kencan, tiga hari setelah Abby tersenyum karena sofa baru lalu beberapa menit kemudian minum whiskey karena masalah tatoku.
Abby dan America sedang pergi melakukan apapun yang mereka lakukan untuk pesta kencan, dan aku sedang duduk di depan apartemen, di atas tangga, menunggu Toto buang air besar.
Untuk berbagai alasan aku tidak dapat merasa tenang,
Saturday, 10 August 2013
Friday, 2 August 2013
The Edge of Never Bab 15
CAMRYN
Aku terbangun ketika hari sudah gelap, ketika Andrew melambatkan laju mobilnya memasuki jalan tol. Aku tidak tahu berapa lama aku tertidur, tetapi aku merasa seperti tertidur nyenyak layaknya dimalam hari, meskipun badanku meringkuk disudut kursi penumpang dengan kepala yang menyandar dipintu. Biasanya aku akan meregangkan otot-otot tubuh yang kaku, seperti kalau aku menggunakan bis,
Shadow in Beauty Bab 11
PELARIAN
"Kebebasan adalah saat di mana kamu tahu dimana letak tanggung jawabmu saat sedang melaksanakan hakmu. Dan begitu halnya dengan cinta." Arzeta
Apartemen Thy terletak disisi selatan jalan masuk universitas, hanya berbeda satu blok dari Townhouse kami. Sebuah bangunan sederhana bertingkat lima, lingkungannya sangat bersih dan tampak rapi. Kuduga kebanyakan penghuninya adalah
Review Mine To Take by Cynthia Eden
Hellllooooo...selamat malam tuan-tuan dan nyonya-nyonya. jumpa lagi, dengan cita disini *pake nada lagunya meisy ya guys.
So so...mau ngapain lagi sih cit? mau apa? mau ngapain? hohoho tenang cantiks dan tampans. Kalo si cita udah mulai muncul pasti mau ngereview. Bukan mau demo masak apalagi debus. *plaaakkk
Punya apalagi si cita ini?
Mmmm...Ada Mine To Take nya tante Cynthia Eden. *
Subscribe to:
Comments (Atom)
